Milad My Beloved Wife

Posted: 04UTC14 10,2011 in poetry
Tag:, ,
Sebelum kutuliskan catatan ini, kau pastinya tahu istriku, kekasihku, bagaimana aku tak memiliki keberanian sedikit pun untuk menuliskan kebaikanmu dalam catatan ini. 
 
Bahkan, malam ini, kata-kata terbaik yang berseliweran di kepala pun, seolah tak berdaya. Tak apa-apa, dalam hidup ini, engkau adalah sebuah tulisan yang tak pernah dapat kutuliskan. Engkau hanya bisa memahami aku dengan cinta yang tulus dan doa. 
 
Masih teringat, setiap kali mulai menyusun kata-kata, kamu pasti tertawa. Malah, seringkali kamu bilang aku ini tidak romantis. Tak mengapa, tak selamanya cinta menuntut dituliskan dengan kata-kata. 
 
Aku sengaja menulis catatan ini saat kau berulang tahun, saat sepasang lenganku bermunajat kepada Sang Pencipta, agar segala doa-doa keselamatan dan kebahagiaan tercurahkan; untuk hidupmu, untuk kebahagiaanmu dan untuk keluarga kecil kita. 
Mungkin catatan ini tak berarti apa-apa, dibanding kado ulang tahun atau cinderamata lainnya. Tapi ini adalah kado yang mampu kuberikan dalam hidupku; selain perasaan-perasaanku yang selalu mencintaimu, sepanjang waktu…
 
Maafkan bila belum membahagiakanmu. Maafkan bila belum menunaikan janjiku.
Namun percayalah, kebahagiaan itu sederhana. Sangat sederhana, asalkan kita mau menerima.

 Milad istriku, @Deisy Martini Dasuki, 27 Maret 1973

Komentar
  1. ariefyanto mengatakan:

    Reblogged this on one blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s