Hijrah Menuju yang Lebih Baik

Posted: 11UTC36 10,2011 in caring (catatan garing)
Perayaan pergantian tahun baru Islam memang berbeda dengan perayaan tahun baru Masehi. Tak ada kembang api, dentuman meriam, perayaan di hotel-hotel maupun di jalan-jalan. Selama ini umat Islam di Indonesia memang tak pernah mempermasalahkannya. Karena Islam memang tidak mengajarkan umat-Nya untuk melakukan kegiatan menghambur-hamburkan uang seperti itu. Bagi umat Islam, peringatan Tahun Baru Hijriyah lebih banyak digunakan untuk merenung, introspeksi diri, bermunajat kepada sang Khalik Pencipta Alam. Bahwa sesungguhnya, masa setahun sudah berlalu. Setahun usia kita bertambah, masa hidup kita di dunia pun makin berkurang.
Namun persoalannya, apakah benar umat Islam di Indonesia ini banyak yang merenungkan apa yang sudah mereka lakukan selama setahun? Kita lihat kasus demi kasus yang terjadi selama satu tahun terakhir ini. Korupsi masih merajalela, aksi kekerasan dan tawuran pelajar dan mahasiswa semakin banyak, kemiskinan terus meningkat, para pejabat memamerkan gaya hidup hedonis, aksi kekerasan pejahat semakin brutal. Artinya, tak ada perubahan dari tahun ke tahun. Umat Islam di Indonesia masih terjebak dengan perilaku-perilaku jahiliyah.
Kita cukup sedih melihat seorang pelajar tewas karena tawuran di sebuah diskotek, kita prihatin ketika melihat banyaknya orang terluka gara-gara berdesak-desakan membeli Blackberry, kita geram melihat seorang pejabat daerah tertangkap lagi karena korupsi dan hati kita pun teriris sedih melihat ternyata masih banyak yang kelaparan di sejumlah daerah.
Padahal, esensi dari tahun baru hijriah ini adalah untuk mengenang Nabi Muhammad SAW yang melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah untuk meneruskan perjuangannya menegakkan dan mengembangkan syiar dan nilai-nilai Islam. Rasullulah berhasil menjadikan kota Madinah sebagai kota yang penduduknya mempunyai nilai-nilai Islami dalam kehidupannya. Sehingga kita pun sebagai umatnya seharusnya hijrah yang sama dalam bentuk baru di era modern ini.
Momentum hijrah diharapkan menjadi berarti ketika kita termasuk pemerintah yang pejabatnya adalah umat Islam, mampu mengambil uswatun hasanah dari kepemimpinan Rasulullah. Saatnya para pemimpin kita meniru perilaku Rasul saat menjadi pemimpin umat. Bicara benar, ahlaknya baik, cerdas, berwibawa, menyelesaikan masalah dengan tangkas, tabligh dan yang paling terpenting adalah amanah.
Kita berharap pergantian tahun baru Islam ini tidak sekadar dimaknai sebagai momen menuju sejarah baru. Tetapi harus dijadikan spirit untuk menuju kehidupan yang lebih baik.
Bagi umat  Islam, marilah kita tumbuhkan semangat keberimanan sosial di tengah problem kebangsaan dan keagamaan yang dilanda berbagai persoalan. Kita harus tetap optimistis. Dalam pergantian tahun Islam ini, kita masih mempunyai kesempatan untuk berbenah diri menatap masa depan. Selamat tahun baru 1433 Hijriah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s