Dua Tahun yang tak Berubah

Posted: 10UTC54 10,2011 in caring (catatan garing)

Tepat dua tahun, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono menjalankan mandat rakyat memimpin bangsa ini. Masih banyak masalah dan problem yang belum bisa diselesaikan.  Selama dua tahun pemerintahan, rakyat masih merasa pemerintahan SBY dan Boediono  tidak membawa perubahan yang berarti untuk meningkatkan kesejahteraan, untuk mengatasi persoalan sosial politik, dan melakukan penegakan hukum, terutama korupsi yang semakin merajalela .

Hasil evaluasi dari Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) menunjukkan kinerja sejumlah menteri dalam KIB II dinilai tidak bagus. Malah, dalam berbagai hasil survei, sebagian besar rakyat Indonesia belum merasa puas terhadap kinerja pemerintah. 

Sebagai presiden, SBY sebenarnya cukup tanggap terhadap ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja timnya. Sejumlah menteri diganti, digeser, dan beberapa wakil menteri diangkat untuk membantu kinerjanya.  Lalu, ada penambahan fungsi pada dua kementerian sehingga nama lembaganya pun berubah.  Keduanya adalah Kementerian Pendidikan Nasional yang kini menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, lalu Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata berubah menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sebenarnya, nyaris tak ada perubahan dalam perombakan kabinet ini, selain jumlah pejabatnya bertambah. Sehingga, banyak kalangan menyebut kabinet sekarang ini sebagai kabinet gemuk. 

Persoalan utama dalam kinerja kabinet terdahulu adalah masih adanya kementerian yang tidak saling menyatu. Koordinasi dan komunikasi antarmenteri terlihat lemah. Salah satu contohnya adalah kasus impor kentang. Kementerian Perdagangan berjalan sendiri dan tidak melakukan komunikasi dengan Kementerian Pertanian ketika akan mengimpor kentang. Tak hanya masalah kentang, selama dua tahun pemerintahan, persoalan pangan sangat dipinggirkan. Importasi pangan yang dilakukan pemerintah saat ini sudah sangat membahayakan pertanian lokal. Importasi beras oleh Badan Urusan Logistik yang dilakukan sepanjang tahun bisa mencapai 1,2 juta ton.

Persoalan hukum juga setali tiga uang. Meski pemerintah memiliki ikhtiar dalam menegakkan hukum, namun kasus-kasus korupsi yang terungkap justru terjadi di kementerian. Ini yang membuat masyarakat muak luar biasa. Karena para pejabat yang seharusnya memberikan teladan yang baik, malah memberikan contoh buruk. Di sisi lain, tak dapat dimungkiri bahwa pemerintah belum memberikan rasa aman. Hal ini tecermin dengan insiden meledaknya bom dalam kurun waktu 2009-2011.

Harapan untuk perbaikan kinerja pada kabinet baru masih terbuka lebar. Namun, para menteri harus siap bekerja keras, pandai membaca perubahan, dan terpenting tugas utamanya berdasarkan pada kesejahteraan umum, bukan pribadi, golongan, ataupun partai politik. Tiga tahun ke depan bukanlah waktu yang singkat. Mudah-mudahan kabinet baru ini mampu memanfaatkannya dan menjawabnya dengan keberhasilan. Hentikan pencitraan, saatnya bekerja untuk kemajuan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s