Persiapan Musim Hujan

Posted: 09UTC17 10,2011 in caring (catatan garing)

Setelah lama ditunggu, hujan akhirnya membasahi sebagian daerah di Indonesia. Meski sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan turun pada awal Oktober, nyatanya hujan sudah mulai turun meskipun sering bersifat lokal.

BMKG memprediksi musim hujan tahun 2011-2012 berlangsung normal meski musim hujan di banyak wilayah mundur hingga Desember 2011. Wilayah yang memasuki musim hujan pada Desember, diprediksi terjadi di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Seluruh wilayah Sumatera dan Kalimantan diprediksi memasuki musim hujan pada November nanti. BMKG memprediksikan sifat hujan yang terjadi umumnya normal.

Prediksi ini membuat masyarakat cukup lega. Kesulitan sebagian masyarakat terhadap air pun akan segera tertutupi. Waduk-waduk dan irigasi yang mengering akan kembali penuh dengan limpahan air. Jalan berdebu dan keras akan kembali becek dan berlumpur. Tanaman akan tumbuh dengan segar karena limpahan air yang terus menerus menguyur bumi.

Bangsa ini memang hanya mengenal musim kemarau dan musim hujan meski kadang kita mengalami kemarau panjang dan pada musim yang seharusnya kemarau, tapi ada hujan kiriman. Perubahan iklim yang kian ekstrem memang tak bisa diprediksi. Curah hujan sering berlebihan di suatu wilayah dan kekurangan di tempat lain. Kita pun harus mengantisipasi dengan cerdas datangnya musim penghujan guna mengurangi dampak negatif global warming dan climate change.

Persoalan utama di negara ini adalah ketidaksiapan aparat maupun warganya menghadapi perubahan cuaca yang tidak tentu.

Infrastruktur jalan, saluran, dan drainase kadang tak pernah diperbaiki setiap saat. Akibatnya ketika turun hujan, air pun menggenangi jalan-jalan sehingga merusak dan membuat macet di hampir setiap ruas jalan.

Musim hujan yang semestinya disambut gembira, justru disambut dengan rasa waswas. Banyak sekali kejadian, hujan yang tiba-tiba turun mendatangkan banjir atau tanah longsor. Mereka yang tinggal di daerah langganan banjir tentu saja menyambut hujan ini dengan rasa khawatir, jangan-jangan saat tidur, air sudah masuk ke dalam rumah, bahkan naik ke tempat tidur.

Beberapa kali terjadi banjir tahunan dan tanah longsor sehingga menelan banyak korban, menunjukkan terlambatnya antisipasi itu. Mengatasi persoalan seperti ini, memang seperti terpola “satu soal selesai di satu tempat, muncul di tempat lain”. Tidak pernah tuntas dan akan terjadi seperti itu kalau pola-pola sporadis yang dijalankan.

Ini memang pekerjaan kita semua, tak hanya pemerintah. Apa pun dinamikanya, semua wajib saling mengingatkan, mengingat tantangan untuk menghadapi musim penghujan bakal terus meningkat.

Secara manusiawi, kita sering lupa seolah-olah permasalahan di depan masih bisa dibicarakan menjelang datangnya musim hujan. Kita tidak berbicara mengenai persoalan teknis saja, namun yang paling terasa adalah kontradiksi sikap sebagian masyarakat ketika harus berhadapan dengan musim penghujan dan banjir. Kita masih punya waktu untuk lebih bersiap diri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s