Lindungi Tenaga Kerja

Posted: 06UTC43 10,2011 in caring (catatan garing)

Pemerintah akhirnya bersikap tegas. Mulai 1 Agustus mendatang, pemerintah memutuskan menghentikan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi. Sikap dan langkah ini menyusul kecaman dan kritik atas kelalaian pemerintah memberikan perlindungan hukum kepada Ruyati, TKI asal Bekasi, Jawa Barat, yang menjalani hukuman pancung di Arab Saudi.

Langkah pemerintah atas perlindungan TKI ini memang terlambat. Sudah sejak lama pemerintah menutup mata terhadap kasus-kasus yang menimpa warganya di luar negeri. Ruyati bukan TKI pertama yang lolos dari perlindungan pemerintah. Data Kementerian Luar Negeri sepanjang 2009–2011 memperlihatkan ada tiga TKI yang dieksekusi mati. Malah, sebanyak 303 TKI terancam hukuman mati di luar negeri.

Miris dan menyedihkan. Nasib TKI, terutama sekali tenaga kerja wanita (TKW), memprihatinkan. Di beberapa negara, khususnya di wilayah Timur Tengah, nasib TKI mirip seperti ‘budak’. Sayangnya, para pemimpin negeri ini hanya bisa beretorika, janji demi janji, bahkan dalam ajang kampanye, nasib mereka dijual dan dijadikan sebagai ajang untuk mendapat pencitraan diri. Entah berapa banyak para TKI ini diperlakukan seperti itu. Mereka mengalami pelecehan seksual, dianiaya, disiksa, tak diberi gaji, bahkan ada yang dibunuh. Namun, pemerintah hanya diam dan malah sibuk mencari kambing hitam.  Ini terbukti dari tudingan Pemerintah Arab Saudi. Mereka menuduh Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa berbohong soal permintaan maaf negaranya ketika Ruyati dieksekusi. Kita tahu bahwa selama ini pemerintah sering kali reaksioner dan minimalis ketika menangani permasalahan TKI. Berkaca dari kejadian yang terjadi, kita mendesak pemerintah untuk bersikap tegas dalam melindungi warganya, khususnya TKI. Gelar ‘pahlawan devisa’ yang sering kali diucapkan oleh para pimpinan negeri ini hanyalah kamuflase untuk menyenangkan para TKI. Padahal, yang mengambil untung hanyalah pemerintah dan para pengusaha agen pengiriman TKI beserta jaringan mafianya. Selain itu, keberadaan TKI di luar negeri ternyata tidak hanya mendatangkan keuntungan secara ekonomi, tetapi juga implikasi sosial yang cukup tinggi. Selama ini citra Indonesia di beberapa negara sangatlah rendah. Di Arab Saudi dan Malaysia, dua negara yang banyak didatangi TKI, harga diri orang Indonesia sangatlah rendah sehingga dalam setiap hubungan diplomasi, Indonesia tak pernah dipandang sama sekali.

Kita berharap pemerintah punya keberanian untuk berhadapan dengan negara-negara yang mempekerjakan TKI. Sudah jelas dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang TKI, antara lain, diatur bahwa TKI harus ditempatkan ke negara-negara yang melindungi buruh migran dan yang mempunyai nota kesepahaman. Artinya, ke depan, pemerintah tidak hanya menghentikan pengiriman tenaga kerja, tetapi menyediakan lapangan kerja dan mengatur perlindungan warganya yang bekerja di luar negeri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s