Saatnya Anak Muda Memimpin

Posted: 06UTC08 10,2011 in caring (catatan garing)

Pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono untuk tidak lagi mencalonkan diri dan mengaderkan keluarganya sebagai calon presiden 2014 menjadi angin segar bagi demokrasi. Pernyataan ini memberi peluang kepada calon lain untuk memimpin negara. Sikap Yudhoyono untuk memberikan kesempatan kepada pihak lain-di luar keluarganya-sebagai sebuah nilai positif bagi perkembangan kepemimpinan bangsa ini. Pernyataan ini sekaligus menepis kecurigaan banyak kalangan, khususnya di kalangan politikus, bahwa Yudhoyono tengah menyiapkan putra mahkota untuk meneruskan kekuasaannya, mulai dari istrinya, Ani Yudhoyono, sampai kedua putranya, Agus Harimurti dan Edhi Bhaskoro. Tak hanya itu, pernyataan ini juga menepis tudingan bahwa Yudhoyono akan mengubah masa jabatan dua periode.

Kekhawatiran banyak kalangan soal masa jabatan presiden memang tak berlebihan. Yudhoyono merupakan presiden yang paling lama memerintah pada masa reformasi. BJ Habibie hanya memerintah satu tahun lima bulan, Abdurrahman Wahid satu tahun sembilan bulan, dan Megawati tiga tahun tiga bulan.

Terpilihnya Yudhoyono sebagai presiden pun tak luput dari kecurigaan. Kemenangan telak dari calon presiden lainnya menimbulkan isu tak sedap, adanya permainan saat proses pemilihan.

Memang, saat ini belum terlihat tokoh-tokoh baru yang layak memimpin bangsa ini. Namun, kerinduan terhadap munculnya tokoh baru makin menguat karena kehadiran mereka juga akan merepresentasikan harapan baru di masyarakat. Harapan baru ini menjadi penting karena tokoh-tokoh lama yang masih muncul kurang berhasil mewujudkan agenda reformasi. Ini bisa terlihat dari perjalanan demokrasi yang masih tertatih-tatih dan ekonomi yang belum juga membaik.

Persoalannya, sulitnya tokoh muda muncul di permukaan disebabkan sistem politik kita yang masih mementingkan popularitas dibandingkan dengan faktor lain, seperti kompetensi. Tak hanya itu, budaya patron klien yang sangat kuat di masyarakat membuat pilihan seseorang ditentukan oleh pendapat orang yang menjadi panutannya.

Sejatinya, kita belajar dari pengalaman pada masa lalu. Mudanya usia ditambah dengan pengalaman dalam beraktivitas di organisasi pemerintahan atau politik memberi poin bagi calon pemimpin muda di republik ini untuk tampil sebagai kandidat presiden. Sebetulnya, banyak figur generasi muda di Tanah Air yang layak ditampilkan menjadi calon pemimpin. Partai politik seharusnya sudah mengakomodasi potensi generasi muda untuk menjadi calon presiden. Di sisi lain, generasi muda yang duduk di parpol pun harus berani ‘bersuara beda’ dengan anggota parpol dari golongan senior yang tentunya ingin mempertahankan status quo.

Kita berharap, calon pemimpin pada 2014 mendatang dikuasai generasi muda, minimal usianya di bawah empat puluh lima tahun. Karena bagaimanapun, kaum muda  merupakan tonggak kebangkitan sebuah bangsa. Melalui tangan-tangan mereka, peradaban sebuah bangsa dibangun. Sejarah di Indonesia pun telah membuktikan, kekuatan kaum mudalah yang mampu mengubah keadaan.

 

Komentar
  1. dodimenulisartikel mengatakan:

    hidup pemuda indonesia !!!!!!1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s