Istilah Budaya Korupsi Menyesatkan

Posted: 05UTC08 10,2011 in jadul

‘Budaya korupsi’ merupakan istilah yang menyesatkan dan keliru yang kerap digunakan di tengah masyarakat, karena berpotensi untuk melemahkan warga di Indonesia dalam memberantas perilaku korupsi. Menurut Manajer Kebijakan dan Penelitian Transparancy International Indonesia (TII), Frenky Simanjuntak, frase ‘budaya korupsi’ atau ‘korupsi yang membudaya’ sering digunakan untuk menggambarkan dalamnya problem korupsi di Tanah Air.

Namun, lanjut Frenky, pemberian istilah ini tidak tepat karena berpotensi melemahkan usaha pemberantasan korupsi. ”Menempatkan fenomena korupsi sebagai bagian dari budaya sejajar dengan elemen budaya lain, seperti agama, sistem kekerabatan, dan bahasa, membuat korupsi menjadi bagian dari masyarakat yang sulit bahkan tidak bisa dihilangkan,” katanya.

Padahal, ujar dia, budaya dan ‘local wisdom’ atau kebijakan lokal sebenarnya dapat dijadikan sebagai aset untuk memberantas korupsi. Frenky memaparkan, budaya bisa dijadikan sebagai aset pemberantasan korupsi bila didukung pranata sosial yang lengkap dan teguh dalam memegang prinsip-prinsip good governance. Di sisi lain, berbagai elemen budaya juga dapat dipergunakan sebagai alat legitimasi kekuasaan untuk melakukan tindakan melanggar hukum seperti korupsi.

Ia mencontohkan, munculnya tendensi politik identitas kedaerahan di sejumlah daerah, ternyata juga berpotensi memberikan pembenaran budaya terhadap tindakan yang sebenarnya termasuk dalam kategori korupsi. ”Hal itu muncul terutama pada masa pascaotonomi daerah dan banyaknya daerah yang mengalami pemekaran,” kata Frenky.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s