Wiloo wiloo

Posted: 05UTC04 10,2011 in foolitik

Di saat kampanye ini, sebagai jurkam andalan partainya, Markaban sibuk berkeliling Indonesia. Suatu saat, Markaban berkampanye di salah satu kota kecil di Papua. Sebagai anggota DPR yang seringkali diwawancarai wartawan televisi, wajah Markaban cukup dikenal masyarakat. Tak heran, sambutan masyarakat kepada Markaban cukup besar.
”Saudara-saudara, dalam rangka pembangunan nasional, pemerintah akan meningkatkan usaha untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur!” teriak Markaban di atas panggung.
Masyarakat: ”Wiloo-wiloo, wiloo-willo!”
Markaban meneruskan, ”Kalau partai kami menang, pendidikan murah, kesehatan gratis!”
Masyarakat, ”Wiloo-willo!”
Markaban makin histeris, ”Hidup saya, hidup ketua umum!” Suara masyarakat makin keras dan banyak, ”Wiloo-willo!” Usai pidato singkatnya, Markaban turun dari mimbar sambil menangis. Ia tak menyangka, sambutan masyarakat Papua begitu hebatnya hingga dirinya histeris. ”Gila, saya nggak nyangka, warga Papua ternyata mendukung saya,” katanya.
Untuk menghormati warga Papua yang ternyata menyambut hangat Markaban, maka ia pun memutuskan untuk berkeliling ke rumah-rumah warga sambil bagi-bagi uang dan sembako. ”Sebagai tanda terima kasih,” pikir Markaban.
Di suatu rumah, Markaban tiba-tiba langsung masuk melalui halaman belakang. Di halaman belakang rumah tersebut, ternyata banyak kandang babi. Baru ia melangkah, si empunya rumah tiba-tiba menegur Markaban, ”Maaf, Bapak, jangan masuk ke situ. Nanti Bapak bisa terinjak wiloo-wiloo Babi itu, bau sekali!’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s