Rela Berkorban

Posted: 05UTC49 10,2011 in foolitik

Markaban bersama partainya sudah melakukan kampanye untuk pemilihan presiden. Sebagai salah satu tim sukses capres, Markaban memang dikenal lihai dan ulung dalam menggarap massa. Selain itu, Markaban juga piawai menciptakan sandiwara-sandiwara untuk diperlihatkan kepada pers bahwa calon yang didukungnya memang dicintai rakyat.

Suatu ketika, Markaban melakukan kampanye tertutup yang diliput oleh seluruh televisi. Seperti yang sudah diskenariokan, Markaban memanggil salah seorang bapak tua renta yang sebelumnya sudah digarap Markaban. Di depan ratusan wartawan, Markaban berdialog dengan bapak tua itu. ”Sebagai pendukung setia capres partai Elang Ngamuk, apabila Bapak mempunyai dua buah rumah, apakah yang akan Bapak lakukan dengan dua rumah itu ?”

Bapak tua, ”Yang satu akan saya sumbangkan kepada pak capres untuk digunakan kegiatan partai, sedangkan yang satunya lagi untuk saya tinggali bersama keluarga,” ujarnya mantap. Markaban (sambil menyapu pandangan ke semua orang), ”Lihatlah! Inilah contoh dedikasi yang sedemikian tinggi dari seorang kader partai yang baik! Oke saya tanya lagi, apabila Bapak punya dua ekor sapi, apa yang akan Bapak lakukan dengan dua ekor sapi itu ?” Bapak tua, ”Dua-duanya akan saya sumbangkan ke partai untuk dimakan para kader peserta kampanye!”

Markaban (tersenyum ceria sambil mengangkat dua jempolnya), ”Sungguh luar biasa kecintaan Bapak ini kepada partai. Sekarang, apabila bapak punya dua ekor kambing ?” Bapak tua, ”Tentu saja saya akan sumbangkan dua-duanya,” katanya sedikit berteriak. Markaban (tertawa sambil menepuk-nepuk pundak si bapak tua),”Bapak memang seorang kader jempolan! Kalau punya dua ekor ayam, bagaimana pak?”

Bapak tua (wajahnya langsung pucat, dan senyum di bibirnya hilang seketika), ”Saya tak akan memberikannya kepada siapa pun juga,” bentaknya terlihat emosi. Markaban (mundur selangkah saking terkejutnya), ”Lho, kok begitu ? Tadi bapak bilang apabila punya dua rumah yang satu akan disumbangkan, malah sapi dan kambing akan disumbangkan kedua-duanya,” tanya Markaban. ”Sebab,” jawab si bapak tua, ”Kalau dua ekor ayam itu, saya benar-benar punya di rumah!” katanya kalem.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s