Kambing

Posted: 05UTC02 10,2011 in foolitik

Sebagai anggota DPR, Markaban seringkali melakukan kunjungan ke daerah. Satu waktu, Markaban berkunjung ke daerah pedalaman Nusa Tenggara. Kebetulan, dalam kunjungan itu, Markaban hanya disertai dua pejabat dari Departemen Kesehatan daerah.

Sepanjang perjalanan, sebagai politikus dari Jakarta, Markaban terus nyerocos soal kondisi sosial, ekonomi maupun politik. Kedua pejabat ini sebenarnya sudah tak tahan mendengar pembicaraan Markaban, namun karena ia anggota DPR, mereka tidak berani. Tak disangka, kendaraan yang ditumpangi Markaban mogok di salah satu wilayah terpencil.Tidak ada satupun desa di wilayah itu dan hanya ada satu rumah petani. Karena hari sudah malam, mereka bertiga memutuskan untuk menginap disana. Karena rumah itu kecil, maka dua pejabat dan Markaban memutuskan untuk bergantian tidur di rumah dan di kandang kambing. Tengah malam pintu diketuk dari luar, ketika petani membuka pintu ternyata salah satu pejabat yang tidur dikandang. ”Saya tidak tahan terhadap kambing,” ujarnya memelas. Pejabat yang satunya lagi kemudian menggantikannya.Satu jam kemudian, terdengar pintu diketuk lagi, ketika dibuka ternyata pejabat yang kedua. ”Saya juga tidak tahan dengan baunya kambing,” katanya. Akhirnya Markaban yang belum tidur dan terus berbicara soal politik kepada petani itu menggantikan si pejabat. Satu jam kemudian terdengar ada ketukan di pintu, ketika petani membuka pintu ternyata yang mengetuk adalah kambing. ”Kami tak tahan dengan celotehannya.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s