Cermin

Posted: 05UTC22 10,2011 in foolitik

Belakangan ini, Markaban rajin mendatangi pameran lukisan, konser musik klasik dan pameran seni rupa. Hal ini dilakukan Markaban, karena ia ingin disorot sebagai politikus berbudaya. Suatu hari, Markaban diundang oleh pelukis ternama beraliran abstrak (aliran seni lukis yang selalu melukiskan hasil karyanya sesuai dengan ekspresi dan emosinya). Ketika Markaban masuk, ia langsung disambut oleh si pelukis tersebut. ”Selamat datang Pak Markaban,” ujar si pelukis tersebut yang memang mengenal Markaban sebagai public figure.

Dibawanya Markaban melihat-lihat lukisannya. ”Wah, lukisan ini bagus ya. Gambar ikannya bener-bener hidup,” puji Markaban melihat salah satu lukisan. Pelukis, ”Wah, itu bukan gambar ikan, itu buaya,” ujarnya sewot. Kemudian mereka berpindah ke lukisan lain. Markaban,”Gambar gajah ini benar-benar gagah,” katanya. Pelukis sambil merengut, ”Bukan pak, itu gambar banteng,” katanya keras semakin sewot. Markaban pun menahan diri memberi komentar sampai ia tiba pada satu pojok ruang pameran. Tiba-tiba dia berseru, ”Wah, sing iki apik tenan. Lukisan monyetnya begitu nyata anatominya.” Si pelukis dengan tenang, ” Bapak memang hebat menganalisa, itu cermin Pak!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s