Licik

Posted: 05UTC44 10,2011 in foolitik

Sebagai politikus, selain pintar berdebat, Markaban pun dikenal licik. Kelicikan Markaban sebenarnya sudah diketahui Juminta dan Bahdampal, rekannya sesama partai, ketika Markaban bersama kedua rekannya itu merintis karier politik dari kampungnya ke Jakarta. Salah satu kelicikan Markaban terlihat ketika bersama Bahdampal dan Juminta berangkat ke Jakarta.

Di Stasiun Kereta Pasar Turi Surabaya, Markaban, Juminta bersama Bahdampal antre tiket. Bahdampal memperhatikan Markaban tidak membeli tiket, padahal ia dan Juminta sudah membeli tiket. Setelah kereta jalan dan petugas datang untuk memeriksa tiket, Juminta diajak Markaban masuk ke dalam toilet.

Saat petugas menggedor pintu toilet untuk memeriksa tiket, pintu dibuka dan tampak tangan yang menjulurkan tiket kereta. Petugas menyangka orang yang di dalam sudah membeli tiket. Dia tidak tahu di sana ada dua orang. ”Oh, begitu rupanya cara untuk mengakali tiket kereta,” pikir Bahdampal.

Pada perjalanan pulang ke Surabaya, Bahdampal rupanya ingin mencoba meniru perilaku buruk Markaban. Ia tak membeli tiket dan hanya Juminta yang membeli tiket.

Cerita yang sama, petugas akan datang memeriksa tiket, lalu Bahdampal mengajak Juminta bergegas masuk ke dalam toilet. Markaban tenang-tenang saja duduk di kursi. Sebelum si petugas memeriksa gerbong Markaban, ia langsung bangkit dan mengetuk pintu toilet. Bahdampal dan Juminta menyodorkan tiket dari balik pintu. Markaban mengambil tiket Juminta dan dengan tenang menuju ke tempat duduknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s