Karya Sejuta Buruh

Posted: 05UTC21 10,2011 in lalampah
Kaisar Yong Le dari dinasti Ming mulai membangun Kota Terlarang pada tahun 1406. Tentu bukan Yong Le sendiri yang merancang desain Kota Terlarang ini, melainkan sejumlah perancang yang pada dasarnya adalah ahli nujum. Para ahli nujum ini menyerahkan rancangan mereka kepada sang kaisar dalam amplop tertutup. Rancangan itu menyangkut prinsip-prinsip geomantik, di mana setiap bangunan penting merupakan perwujudan dari bagian tubuh manusia.
Keseluruhan bangunan Kota Terlarang ini terletak pada sebuah garis lurus, yang melambangkan sebagai poros alam semesta. Pada poros inilah kaisar berada tepat di tengah bumi dan menyeimbangkan manusia yang ada di empat samudera.
Poros utama menghubungkan arah utara dan selatan. Di antara poros itu terdapat serangkaian halaman dan paviliun dengan perbedaan satu sama lain. Seluruh bangunan menempati kawasan yang luasnya lebih dari 100 hektar. Sekeliling bangunan dilingkari oleh parit sedalam enam meter dan tembok setinggi 10 meter dengan empat pintu.
Seluruh bangunan di istana tersebut adalah 75 aula, istana, kuil, paviliun, ruang perpusatakaan dan studio, yang dihubungkan dengan halaman, jalan setapak, taman, gerbang, dan dinding pagar tinggi. Kalau dijumlahkan, ada 9.999 ruangan di dalam Kota Terlarang.
Kendati telah berulangkali mengalami renovasi dan perluasan oleh para kaisar berikutnya, bentuk dan perbandingan Kota Terlarang tidak berubah. Seluruh bangunan terbuat dari kayu dan kerangkanya dari batu bata. Total bangunan memanfaatkan 3,1 miliar batu bata.
Boleh percaya atau tidak, menurut pemandu wisata, mereka menggunakan resep pasir diaduk putih telur sebagai semen setiap fondasi. Sumber lain malah menyebutkan lem terbuat dari nasi ketan dan putih telur digunakan untuk menempelkan batu bata dan lempengan batu.
Kayu-kayu bangunan yang dipakai diambil dari gunung-gunung di pinggiran wilayah Fangshan dan juga provinsi terpencil Sichuan dan Yunnan. Begitu pula puluhan ribu lempengan batu besar juga digunakan.
Batu terbesar berada di belakang Aula Penjaga Harmoni, beratnya 250 ton. Batu itu sepanjang 16,57 meter, lebar 3,07 meter, dan tebalnya 1,7 meter. Ia dibawa dari Fangshan, tempat sejauh 50 kilometer oleh 20.000 buruh dengan biaya senilai 5.500 kilogram perak. Pengangkutan itu selesai di musim salju dan memakan waktu 28 hari.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa satu juta buruh dan 100.000 pengrajin dikerahkan dalam pembangunan kota ini. Konon, proyek ini selesai dalam 15 tahun. Bayangkan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s