Insinyur dan Markaban

Posted: 05UTC22 10,2011 in foolitik

Markaban, politikus kita bersama seorang insinyur duduk bersebelahan di dalam pesawat yang sama. Saat itu, Markaban ngantuk sekali dan ingin tidur di kursinya. Tapi sang insinyur ingin mengajak ngobrol Markaban yang memang dikenal banyak orang. ”Oke deh pak, daripada suntuk, bagaimana kalau kita main teka-teki,” kata si insinyur. ”Saya akan membayar bapak Rp 5.000 apabila bapak bisa menjawab pertanyaanku dan bapak harus membayar saya aku Rp 5.000 apabila tidak bisa.” Markaban yang sudah ngantuk sekali tidak mau menanggapinya.

”OK kalau segitu terlalu kecil,” ujar si insinyur. ”Begini saja, saya akan membayar bapak 50.000 bila bapak bisa menjawab dan bapak cukup membayar 5.000 bila nggak bisa menjawab.” Markaban yang benar-benar sudah ngantuk, akhirnya setuju. Sang insinyur bertanya, ”Berapakah jarak antara bulan dan bumi?” Karena tidak bisa menjawab, Markaban akhirnya memberikan selembar limaribuan kepada si insinyur. Namun, Markaban balik bertanya pada si insinyur itu, ”Oke sekarang giliran saya. Apakah yang berjalan dengan 3 kaki waktu naik gunung dan 4 kaki waktu turun?” Karena tidak bisa menjawab, si insinyur langsung membuka dompet dan menyerahkan 50 ribuan kepada Markaban. ”Huaah,” Markaban menguap dengan kerasnya. ”Hei,” kata si insinyur. ”Kau belum memberitahu aku jawabannya.” ”Aku juga nggak tahu,” kata Markaban sambil menyerahkan selembar lima ribuan kepada sang programmer, lalu melanjutkan tidurnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s