Kota Terlarang

Posted: 05UTC56 10,2011 in lalampah
Monumen Era Kejayaan Cina

Pemandangan di Kota Terlarang mengundang decak kagum. Kompleks istana terluas di dunia ini, membuat kita berfikir tentang kejayaan penguasa Cina saat itu. Dinginnya udara kota Beijing dan kerasnya angin Gurun Gobi menerpa wajah saat kaki menapak tanah Kota Terlarang. Saat itu musim semi. Suhu udara menunjukkan 19 derajat Celcius. Waktu itu, kebetulan saya mendapat kesempatan berkunjung ke Cina bersama rekan-rekan wartawan dari Jakarta. Dan, menurut salah seorang wartawan senior yang ikut dalam tur tersebut, alangkah mubazirnya berkunjung ke Cina tanpa mampir di Kota Terlarang.

Ucapan sang senior itu memang beralasan. Memasuki kompleks Kota Terlarang, romantisme film-film kungfu Cina yang sering saya tonton kembali terbayang. Kami disambut para pegawai pengurus tiket masuk berpakaian masyarakat Cina kuno, mirip kostum yang sering saya saksikan di serial Kungfu Master-nya Jet Lee.

Kompleks Kota Terlarang terbuka untuk umum setiap hari pukul 08.30 – 16.30. Tarif masuknya untuk umum 55 yuan (10 yuan= 1 dolar AS) dan pelajar 20 yuan. Untuk kemudahan wisata, selain dapat menggunakan jasa paket wisata dari biro perjalanan bisa juga membeli buku panduan yang dijual di berbagai tempat. Anda bisa mencoba layanan tur audio yang tersedia di gerbang selatan kompleks ini. Dengan membayar 25 yuan, Anda akan dibekali sebuah kotak berisi rekaman dan headphone yang berisi suara Roger Moore, bintang film Amerika yang pernah memerankan James Bond. Suara ini yang akan bercerita dan memandu perjalanan menjelajahi Kota Terlarang.

Kota Terlarang sendiri sebenarnya adalah sebuah kompleks istana terbesar di dunia yang terletak di jantung kota Beijing. Kompleks ini selama hampir 500 tahun menjadi tempat bersemayam kaisar Cina (abad ke-15 hingga awal abad ke-20). Ia dikenal dengan nama Gugong yang populer disebut Kota Terlarang (Forbidden City).  Gugong yang dibangun pada periode Kaisar Yongle, dinasti Ming. Ia telah menjadi saksi sejarah atas kepemimpinan 24 kaisar Cina. Sejak Dinasti Ming dan Qing hingga kaisar terakhir Pu Yi, penutup era kerajaan di Cina. Kota itu disebut Kota Terlarang karena orang awam dilarang masuk. Kaisar tinggal di dalam kota tertutup nan serbalengkap ini, dan sangat jarang bertemu dengan rakyatnya.

Memasuki Kota Terlarang dari lapangan Tiananmen, saya langsung melihat sebuah istana yang dikelilingi parit yang disebut ‘sungai pelindung’. Berbentuk empat persegi, bangunan ini dikelilingi oleh dinding setinggi 10 kaki. Seperti pada umumnya bangunan di Cina, bangunan ini menghadap ke selatan. Pada dinding besar itu, berdiri empat bangunan menara yang digunakan sebagai menara pengintai dan empat gerbang besar pada tiap sisinya. Tiap gerbang terdiri dari tiga lapis pintu dan sebuah paviliun besar yang menyerupai mahkota.

Tata kota dari Kota terlarang konon didasarkan pada Feng-Shui diagram kosmik Cina terhadap alam semesta yang secara umum terdiri keseimbangan kutub-kutub utara-selatan dan barat-timur. Ada pula simbol-simbol khusus seperti naga dan burung merak sebagai simbol kekuasaan kaisar yang didampingi oleh ratu. Lalu burung bangau dan kura-kura sebagai simbol kelanggengan pemerintahan kaisar.

Berjalan dari pintu masuk ke istana lumayan jauh. Rasa pegal kaki dan kepanasan karena berjalan di tengah terik matahari tidak terasa. Saya seolah berada dalam suasana Cina di bawah pemerintahan para kaisar.

Bangunan istana ternyata terbagi dalam dua bagian: Istana Dalam dan Istana Luar. Keduanya terpisahkan oleh garis tengah yang membaginya menjadi kompleks sebelah utara dan sebelah selatan. Istana Luar (Wai Chao) terdiri dari Aula Penjaga Harmoni, Gerbang Harmoni Tertinggi, dan Aula Harmoni Tertinggi. Istana Dalam (Nei Ting) terdiri dari Aula Kedamaian Surgawi, Aula Kesatuan dan Kedamaian, dan Aula Kedamaian Duniawi, yang diapit oleh enam buah istana timur dan enam istana barat.

Bagian depan istana ini ada sebuah gerbang yang disebut Gerbang Meridian, Wumen. Gerbang utama kota ini tingginya mencapai 37,95 meter. Gerbang ini terletak di sebelah selatan yang merupakan bagian depan kota.  Di masa lalu hanya para kaisar yang boleh memasuki Kota Terlarang dari Gerbang Meridian. Di baliknya, ia akan mendapati halaman yang luas. Dari tempat yang tinggi di gerbang, kaisar juga bisa mengamati tentaranya, orang-orang yang dipenjarakannya, serta menyebut siapa-siapa yang mendapat ampunan atau hukuman. Di belakangnya, melalui Jalur Naga, terdapat tiga aula upacara utama yang penempatannya berturut-turut ke belakang. Untungnya, dalam perjalanan menjelajahi lingkungan istana tersebut, kami ditemani sejumlah pemandu dari Cina yang berbahasa Indonesia sangat fasih. Mereka menerangkan sejarah pembuatan hingga lika-likunya kepada kami.

Setelah Gerbang Meridian, ada gerbang lagi yang disebut Gerbang Harmoni Tertinggi, Taihamen. Di antara kedua gerbang ini ada sebuah lapangan besar yang dipakai untuk tempat berbaris para pengawal kerajaan sebelum upacara penting. Saya langsung teringat film Shanghai Noon yang dibintangi Jacky Chan yang saya tonton beberapa waktu lalu. Dalam film tersebut, Jacky Chan yang berperan sebagai pengawal putri kaisar berlatih silat bersama pengawal-pengawal lainnya di lapangan ini.

Melalui gerbang kedua ini kita akan sampai ke lapangan luas tempat sebuah pertemuan bisa diselenggarakan. Diperkirakan, lapangan ini bisa menampung 100.000 orang. Warga sipil hanya boleh masuk dari pintu timur, sementara tentara dari pintu barat.  Di seberang lapangan, berdiri anggun Taihedian, Aula Harmoni Tertinggi. Gedung ini dibangun 1420, dan direstorasi 1697 yang menjadi bangunan tertinggi di Kota Terlarang. Gedung ini disebut juga takhta kerajaan. Luas aula sekitar seperempat hektar dan tingginya hampir 35 meter. Inilah gedung tertinggi yang boleh dibangun, di kawasan Beijing.

Menurut Chang Min, seorang mahasiswi sastra Indonesia di Universitas Beijing yang bertindak sebagai pemandu kami, biasanya upacara-upacara kenegaraan penting dilangsungkan aula ini.  Istana Dalam adalah area tempat tinggal kaisar dan keperluan rumah tangga kerajaan. Di kamar depan dari Aula Kedamaian Surgawi menjadi tempat kaisar saat berurusan dengan masalah rutin kenegaraan. ”Ketika kaisar akan mengumumkan suatu kebijakan, maka biasanya ia akan duduk di singgasana itu,”ujar Chang sambil menunjuk salah satu kursi berlapis emas yang bagian atasnya dihiasi burung Elang.  Bagian yang paling menarik dari Istana Dalam adalah Aula Kesatuan dan Kedamaian yang terletak di antara Aula Kedamaian Surgawi dan Aula Kedamaian Duniawi. Ruangan ini dahulu digunakan untuk menyimpan 25 buah batu stempel kerajaan yang terbuat dari batu giok. Sebagai lambang dari kekuasaan kerajaan sejak kekaisaran Qianlong, stempel-stempel ini disimpan dalam sebuah kotak emas yang diselubungi kain sutra kuning.  Sementara itu, Aula Kedamaian Duniawi merupakan tempat kediaman permaisuri. Di dalamnya aula ini ada ruangan tidur yang juga menjadi kamar pengantin bagi kaisar dan permaisuri pada pernikahan mereka. Di kamar ini, sudah menjadi aturan bahwa kaisar dan permaisuri hanya akan tinggal di kamar ini selama tiga hari sebelum kembali ke kediamannya masing-masing.

Di dalam kompleks bangunan ini juga terdapat sebuah taman kerajaan. Di dalamnya terdapat sebuah tempat dupa besar yang digunakan untuk memberikan bau wangi pada delapan paviliun yang terdapat di dalamnya.  Selain dua istana utama, di dalam kompleks bangunan ini masih terdapat 12 bangunan istana di sisi timur dan barat. Istana-istana ini digunakan dengan fungsi yang berbeda, mulai dari istana untuk para selir raja, sampai istana yang dipakai untuk main musik.

Butuh waktu tiga jam lamanya mengitari luasnya kota Terlarang. Itupun tak semua terjelajahi. Pegalnya kaki dan waktu yang memang tidak memungkinkan membuat rombongan memutuskan keluar dari kompleks kota Terlarang.


				

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s