Rehabilitasi Para Pecandu Narkoba

Posted: 05UTC56 10,2011 in caring (catatan garing)

Ada terobosan yang dilakukan pemerintah terhadap pengguna narkotika. Pemerintah tak akan memasukkan pencandu narkotika ke dalam lembaga pemasyarakatan. Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mengatakan, pengguna narkotika seperti sabu-sabu yang beratnya hanya di bawah satu gram hanya akan menjalani rehabilitasi. Itu pun syaratnya orang yang tertangkap bukanlah pengedar, melainkan hanya pencandu biasa.  Pencandu pemula hanya akan menjalani rawat jalan, sedangkan pencandu berat harus tinggal di pusat rehabilitasi. Namun, tak tertutup kemungkinan bagi pencandu untuk dibawa ke jalur hukum bila masih menggunakan narkotika.

Memang, bentuk rehabilitasi ini akan membawa manfaat dibandingkan dengan bentuk hukuman di penjara. Terbukti, orang yang ditahan bukan mendapatkan efek jera, malah terkadang lebih parah. Terobosan yang dilakukan pemerintah memang bersifat humanis. Bagaimanapun, pengguna narkoba adalah korban yang memang harus disembuhkan. Ketika ia masuk penjara, yang terjadi, pengguna narkoba malah bertambah parah dan mungkin bisa berubah menjadi pengedar. Inilah yang sering kali terjadi di lembaga pemasyarakatan kita.  Namun, biar bagaimanapun, rencana kebijakan ini tetap harus diwaspadai. Kita tetap harus khawatir adanya celah yang bisa dimanfaatkan oleh pencandu narkoba ketika ia tidak terkena dampak hukuman.  Para pencandu narkoba awalnya berasal dari coba-coba. Karena sifatnya coba-coba, takaran narkoba yang dikonsumsi biasanya kecil. Namun, perlahan seiring dengan munculnya rasa kebergantungan, dosis narkoba pun akan meningkat menjadi lebih besar.

Persoalan utama bangsa ini menghadapi narkoba bukanlah soal hukuman atau rehabilitasi pencandu narkoba. Pemerintah seharusnya bisa mencegah ataupun menangkal pintu masuk supaya tidak muncul pencandu-pencandu baru. Mengapa kita tidak meniru Malaysia yang memberikan hukuman gantung kepada para pengedar narkoba. Sudah cukup banyak cerita bagaimana para pengedar narkoba ini malah semakin leluasa bertransaksi justru ketika ditahan di penjara.

Inilah yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk memberantas narkoba. Apalagi, kebijakan ini bertentangan dengan asas dan tujuan UU Narkotika yang menganut asas kepastian hukum dan tujuan penyelamatan bangsa dari narkotika. Celah kepastian hukum ini justru akan dimanfaatkan pengedar untuk mendistribusikan narkotika.  Bisnis narkoba memang bisnis miliaran rupiah. Banyak sekali yang tergiur dengan bisnis yang bisa membuat kaya mendadak. Jangankan rakyat biasa, aparat maupun pejabat pun banyak yang tergiur atau terjebak dengan bisnis ini.  Mudah-mudahan pemerintah bisa menerapkan kebijakan ini dengan pikiran yang jernih. Jangan sampai kebijakan ini malah akan menambah beban dan menjadikan Indonesia sebagai surganya bisnis narkoba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s