Safa Marwah di Madinah

Posted: 05UTC39 10,2011 in Jurnal Haji

January 23th, 2007 by mirone


Bukit Safa dan Marwah ternyata tak hanya berada di Makkah. Di Madinah pun dua bukit yang didaki oleh Siti Hajar ini menjadi julukan jamaah haji asal Indonesia, jika mereka harus naik dan turun melalui tangga hotel. Maklum saja, lift-lift di beberapa hotel di Madinah cenderung kecil dan hanya bisa memuat 6-8 orang.

Seperti yang juga saya alami di hotel tempat kami menginap di Madinah. Meski jaraknya cukup dekat dengan Masjid Nabawi, lift di hotel tersebut hanya ada tiga dengan kapasitas setiap liftnya hanya enam orang. Lebih dari itu, liftnya kerap ‘ngadat’ dan tak mau jalan. Hal ini cukup merepotkan banyak jamaah yang lokasi kamarnya berada di atas. Apalagi yang berada di lantai belasan. Terbayang kan bagaimana menjelang jam-jam sibuk yaitu jam menjelang sholat fardhu. Membutuhkan waktu 20-30 menit hanya untuk turun ke lobby hotel.

Langkah darurat yang dipakai jamaah adalah menggunakan tangga darurat. Entah darimana asalnya, setiap orang yang turun dari tangga, selalu mengucapkan Safa…Marwah…Safa…Marwah.. Kebiasaan itu dilakukan juga saat kembali dari Masjid, terutama bagi jamaah yang kebelet ke kamar kecil. Bagi saya menghuni kamar di lantai 14, masalah lift ini amat memusingkan. Kalau turun, tak masalah. Tapi kalau naik, lumayan sekali rasanya nafas ini. Makanya ketika pertama datang ke hotel, saya langsung survey mencari lift tikus (istilah lift lain yang bukan untuk tamu hotel). Alhamdulillah, setelah celingak-celinguk sana sini, akhirnya saya temukan lift alternatif itu. Lokasinya di lantai dasar dan persis berada di dapur. Untuk naik lift tersebut, kita harus masuk dulu ke dapur restoran dan baru kita menemukan lift. Itupun harus memberanikan diri. Karena biasanya pegawai-pegawai hotel yang bertugas di dapur akan melarang dan bertanya macam-macam. Namun dengan wajah bebal dan sedikit cuek, kadang saya tak menanggapi mereka.

Untungnya, rata-rata mereka tak bisa berbahasa Inggris. Kalaupun ada yang berbahasa Indonesia, mereka cuma bisa bilang Haji..haji larang..larang..haram. Lokasi lift ini di lantai-lantai lainnya, cukup tersembunyi dan hanya dipakai oleh para pegawai hotel. Saya pernah ditegur oleh seorang pegawai hotel dengan bahasa Inggris yang lancar bahwa lift ini khusus untuk pegawai dan kiriman barang-barang. Namun setelah saya jawab dengan alasan sedikitnya lift di hotel ini, dia cukup mengerti. Ia berpesan supaya saya tak membocorkan lokasi lift ini kepada teman-teman lainnya.

Awalnya saya benar-benar merahasiakan lift tikus itu. Ketika teman-teman banjir keringat karena naik turun tangga, saya hanya bisa menertawakan mereka. Kadang, saya sering meledek mereka dengan menanyakan,” Bagaimana Pak ‘Sai’ nya sudah tamat? Jauh mana antara bukit Safa dan Marwah.” Dan biasanya dengan muka masam mereka hanya bisa mengatakan, ”Ibadah dengan susah payah pahalanya lebih besar.”

Lama kelamaan, setelah beberapa hari di Madinah, beberapa jamaah mencurigai kelakukan saya yang tak pernah bareng jika ingin naik atau turun melalui lift. Mereka bertanya.

Awalnya saya tak mau membocorkan rahasia tersebut. Namun, karena tak tahan rayuan (apalagi pada kaum ibu) akhirnya saya bocorkan juga jalan tikus itu. Setelah itu, mereka pun terlihat lebih santai jika menjelang sholat fardhu dan tidak terburu-buru. Alhasil, lift jalan tikus itu penuh jamaah karena mereka yang saya beri tahu membocorkan ke jamaah lain.

Akhirnya, naik dan turun melalui lift itu pun antre juga. Tak hanya itu, malah beberapa kali lift ini mengalami kerusakan karena selalu dipadati jamaah. Saya kemudian memilih naik turun melalui lift umum. Lantaran selalu penuh dan antre, sementara kita juga harus terburu-buru ke Masjid, maka saya juga memilih lewat tangga dan ikut juga berteriak Safa..Marwah…Safa…Marwah. Kali ini giliran saya yang diledek habis oleh teman-teman jamaah. Biasanya mereka berkomentar singkat tapi pedas di saat saya mengatur nafas ketika menaiki tangga,” Cukup jauh juga ya perjalanan Safa ke Marwah!”

Bookmark and Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s