Pernikahan Abad Ini

Posted: 05UTC37 10,2011 in caring (catatan garing)

Jutaan mata di seluruh dunia, kemarin tertuju pada gereja tua Westminster Abbey, London, Inggris. Sebuah prosesi acara pernikahan antardua manusia. Acaranya cukup megah dan cenderung klise. Namun acara pernikahan ini menyedot perhatian dunia, karena pasangan yang melangsungkan pernikahan, ini akan menjadi raja dan ratu Inggris, salah satu imperium terbesar di dunia.

William Arthur Philip Louis atau dikenal dengan Pangeran William dan Catherina Elizabeth ‘Kate’ Middleton, nantinya akan menjadi pemimpin United Kingdom (UK), salah satu kerajaan yang masih bertahan di era modern. Acara pernikahan ini dihadiri 3.000 tamu yang terdiri dari para selebriti dunia, pemimpin sejumlah kerajaan, dan negara-negara persemakmuran.

Acara megah yang berlangsung di gedung nan indah yang dibangun lebih dari 1.000 tahun yang lalu, menjadi salah satu prosesi pernikahan tertua di dunia, dimana gedung Wesminster Abbey adalah tempat berlangsungnya 38 penobatan tahta Kerajaan Inggris secara berturut-turut sejak William Sang Penakluk diangkat menjadi Raja Inggris pada tahun 1066.  Dalam tayangan yang disiarkan langsung ke seluruh dunia itu, tak bisa tidak, setiap orang akan membandingkan pernikahan ini dengan pernikahan orangtua William, yakni Pangeran Charles (putra mahkota Kerajaan Inggris) dan Putri Diana, pada 29 Juli 1981. Prosesi pernikahan Charles-Diana di Katedral St Paul saat itu disebut sebagai ‘Pernikahan Abad Ke-20’ dengan segala gemerlap dan kisah drama tragis, dimana keduanya akhirnya bercerai dan berujung dengan meninggalnya Diana. Dan sejak William dan Kate bertunangan, dunia pun seolah punya kesibukan baru. Mulai dari kalangan selebriti sampai kalangan politisi dunia kembali menyoroti anggota keluarga kerajaan. Perbincangan mulai dari siapa tamu yang datang dalam acara pernikahan, kehidupan kedua pasangan ini, sampai masa depan kerajaan Inggris yang usianya sudah ratusan tahun. Harus diakui, meski diterpa gosip dan skandal anggota keluarga kerajaan, rakyat Inggris tetap merasa bangga menjadi bagian dari imperium. Terbukti dari polling pendapat rakyat Inggris untuk menentukan masa depan mereka, mayoritas rakyat Inggris masih menginginkan negaranya dipimpin oleh raja dan ratu Inggris. Inilah contoh yang bagus untuk sejumlah imperium yang ada di dunia ini. Pun, termasuk Indonesia.

Krisis kepemimpinan dan kebanggaan akan nasionalisme di negara kita sudah lama memudar seiring reformasi. Hal ini menunjukkan  gagalnya negara membangun ikatan nilai kebersamaan yang ditunjukkan dalam kebijakan bernegara yang buruk. Mungkin kita perlu mencontoh negara-negara maju, termasuk Inggris. Membangun budaya bermartabat, perlu dimulai dari semua bidang kehidupan bermasyarakat, bukan hanya rakyat saja, tapi yang paling utama adalah teladan para pemimpinnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s