Marak Teror Bom

Posted: 05UTC42 10,2011 in caring (catatan garing)


Negara dilanda ketakutan. Teror ancaman bom terus menerus terjadi di beberapa wilayah di Jakarta. Belum selesai pengusutan teror dan ancaman bom di kantor Komunitas Utan Kayu, Kantor Badan Narkotika Nasional,  rumah pengusaha Yapto Soeryosoemarno dan musisi Ahmad Dani, kemarin giliran teror bom melanda perumahan Pondok Indah, kawasan Kota Wisata Cibubur, belakang gedung Kejaksaan Agung, Gedung DPR, dan sejumlah tempat lainnya. Di Cibubur, paket bom ini malah meledak. Polisi menyatakan bahwa ada kemiripan antara bom di Cibubur dengan bom yang ditujukan kepada tokoh Jaringan Islam Liberal Ulil Abshar Abdalla di Utan Kayu. Bom tersebut berdaya ledak rendah (low explosive) dan rangkaiannya sama.

Teror bom pun tak hanya melada Jakarta dan sekitarnya dan telah meluas hingga Bogor, Jawa Barat. Malah di beberapa daerah seperti Surabaya dan Yogyakarta, ancaman teror bom buku sudah mulai menyebar dan menimbulkan kepanikan. Hingga saat ini, motif dari penyebaran teror bom yang selalu diembel-embeli dengan buku itu belum terungkap. Kalau berdasarkan surat si pengirim Bom, ada beberapa orang yang sudah menjadi targetnya, namun memang tidak disebutkan siapa saja yang menjadi target tersebut.

Yang membuat kepanikan menyebar, teror Bom pun sudah masuk ke lingkungan kita. Jika sebelumnya sasaran yang dituju adalah hotel bintang lima, kedutaan besar, pusat wisata, kali ini bom sudah masuk ke kantor di jalan kecil, perumahan yang
jauh dari hiruk pikuk politik. Bom sudah mengejar sampai di rumah. Maraknya teror bom ini menjadi pertanyaan, apakah ini adalah upaya kelompok teroris yang selama ini melakukan pengeboman? Atau hanya sekedar pengalihan isu
dan menyebarkan kepanikan saja? Karena kalau terus dibiarkan maraknya teror bom ini akan memperuncing disharmoni kehidupan umat beragama. Inilah yang selalu menjadi pertanyaan di berbagai kalangan. Sudah bukan rahasia
lagi, dari sejak orde baru hingga sekarang, berbagai kasus kekerasan yang terjadi di Tanah Air, selalu dicurigai sebagai sebuah rekayasa semata. Terbukti, aparat keamanan belum pernah bisa membuktikan siapa sebenarnya pelaku aksi-aksi
kekerasan termasuk teroris dan teror bom. Meski beberapa pelakunya ditangkap dan dihukum mati, namun pelaku-pelaku lainnya bermunculan seperti jamur di musim hujan.

Persoalan utama dari maraknya teror bom ini, adalah lemahnya aparat keamanan termasuk badah intelijen. Aparat keamanan seperti polisi terlihat kebingungan dengan teror bom ini. Belum sehari teror bom terjadi, esoknya muncul lagi
seperti mengejek kinerja aparat keamanan. Situasi ini menjadi peringatan serius bagi kepolisian untuk memperbaiki
kinerjanya. Ini warning bagi pihak intelijen maupun polisi. Karena bagaimanapun lemahnya kinerja kepolisian dikhawatirkan akan dimanfaatkan pihak-pihak tertentu yang ingin situasi di Indonesia menjadi keruh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s