Keamanan Dana Nasabah

Posted: 05UTC41 10,2011 in caring (catatan garing)


Kaget, heran dan terkejut, entah apalagi yang bisa diungkapkan melihat kejahatan perbankan masa kini.  Belum lama publik dikejutkan dengan kasus pembobolan ATM Bank Central Asia (BCA), kali ini justru menimpa Citibank, sebuah perusahaan yang cukup dikenal masyarakat. Adalah MD, mantan manajer senior Citybank, wanita cantik berusia 41 tahun, ini berhasil membobol dan menggelapkan uang nasabahnya. Tidak tanggung-tanggung, uang yang berhasil diambil berdasarkan hasil laporan nasabah mencapai Rp 17 miliar. Modus yang dilakukan pelaku sederhana. MD hanya melakukan manipulasi data dan mengalihkan dana milik nasabah ke rekening tersangka. MD melakukan praktik kejahatannya dengan menggunakan trik menyulap blanko investasi kosong yang ditandatangani nasabah untuk pencairan dana. Tingkat kepercayaan yang tinggi dari nasabah kepada pelaku yang telah bekerja selama 20 tahun di Citibank, membuat pelaku dengan mudah mengeruk uang dalam jumlah yang besar. Modus yang dilakukan tersangka tersebut menurut Polri tergolong kategori baru.  Apalagi nasabah yang ditangani bermodal ratusan juta rupiah. Sehingga pelaku dengan mudah meraup dana dalam jumlah besar. Sistem perbankan sebenarnya sudah cukup kuat untuk mencegah terjadinya pembobolan oleh kalangan internal bank. Tapi, faktanya, memang tidak bisa menjamin 100 persen. Beberapa kasus pembobolan bank, dikarenakan lemahnya pengawasan perbankan.

Sebenarnya dari data perbankan menunjukkan kejahatan perbankan melalui saluran elektronik mencapai 60 persen  dan sisanya didominasi kejahatan pada pembobolan, pemalsuan deposito, transaksi fiktif, cek palsu, vandalisme atau merusak mesin
Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Bank sebagai lembaga keuangan memang memiliki kemampuan untuk mendistribusikan

dana dari masyarakat ke berbagai jenis aset seperti kredit dan investasi pada aset-aset keuangan di pasar keuangan (saham, komoditas, dan valas). Secara ideal, seharusnya bank memiliki proporsi investasi kredit lebih besar dibandingkan dengan investasi pada pasar keuangan. Namun, fenomena yang terjadi saat ini, bank lebih agresif melakukan penetrasi di pasar keuangan dibandingkan dengan yang lain. Kita berharap pihak perbankan untuk terus memperbaiki diri dalam menjaga keamanan dana nasabah. Dengan kejadian pembobolan ini, memperlihatkan bahwa unsur kehati-hatian dan ketaatan pada prosedur yang selama ini selalu dijadikan acuan perbankan khususnya asing tidaklah sehebat seperti yang digembar-gemborkan selama ini.  Kita juga berharap bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia terus mengawasi kegiatan perbankan. Setiap permasalahan, khususnya kejahatan yang menyangkut dunia perbankan, harus disosialisasikan agar masyarakat supaya paham dan melakukan langkah-langkah antisipatif. Hal ini dikarenakan kewaspadaan nasabah merupakan benteng terakhir untuk mencegah kasus, seperti yang terjadi di Citibank.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s