Imam Mabit

Posted: 05UTC35 10,2011 in Jurnal Haji

January 29th, 2007 by mirone


Ada dua gelar yang saya dapatkan dari para jamaah ketika menunaikan ibadah haji tahun ini. Pertama adalah ketua dewan ‘Suro’ (suka rokok,Red) dan yang kedua adalah ‘Imam Mabit’. Gelar kedua ini diambil dari kata ‘mabit’ yang artinya bermalam yang kemudian diplesetkan oleh para jamaah sebagai tukang tidur.

Semua jemaah sepakat menjuluki saya sebagai ‘Imam Mabit’, hanya gara-gara setiap terlihat oleh jamaah di manapun, saya selalu tidur. Tak hanya di bis ataupun di pesawat, ketika menunggu antrean di kamar kecil Mina pun, menurut para jamaah, saya sempat-sempatnya tertidur.

Sekadar untuk diketahui saja bagi yang belum berangkat ke Tanah Suci, yang namanya antrean di kamar kecil di perkemahan Mina membutuhkan kesabaran ekstra besar. Maklum, dari satu maktab (perkemahan,Red) dengan jumlah jamaah mencapai 1.200-an orang, kamar kecil yang tersedia hanya sekitar 8-10 saja. Sebenarnya kebiasaan tidur memang sengaja saya lakukan untuk mengatur waktu istirahat demi menjaga kebugaran tubuh. Alhamdullilah, selama saya menunaikan ibadah haji tahun ini, dari semua jamaah, hanya saya yang terlihat segar bugar dan tak terkena penyakit flu, pilek, batuk, dari awal berangkat hingga pulang ke Tanah Air.

Kebiasaan tidur di manapun sebenarnya sudah saya lakukan ketika saya bekerja di Jakarta. Sebagai wartawan yang setiap harinya menempuh perjalanan yang cukup jauh dari satu lokasi ke lokasi lainnya, saya terbiasa tidur di angkutan umum. Mau seribut apapun suasana di angkutan umum, saya tak pernah terganggu. Yang bisa membangunkan saya hanyalah jalan berlubang atau kondektur yang membangunkan saya untuk meminta ongkos. Di Tanah Suci, kebiasaan tersebut ternyata membawa keberuntungan tersendiri. Di saat jalanan macet berjam-jam, saya malah tertidur pulas.

Misalnya ketika kemacetan parah dari Padang Arafah ke Mina yang membutuhkan waktu sampai 14 jam, saya malah tidak tahu saking nyenyaknya tidur. Kawan jamaah yang kebetulan duduk di sebelah malah sempat curiga bahwa saya meminum obat tidur. Akibatnya, ketika sampai di Mina, di saat semua orang kelelahan, saya malah terlihat segar bugar. Saya pun akhirnya bisa melempar Jumroh Aqobah di waktu afdol yaitu sekitar pukul 08.00-12.00. Para jamaah lain, masih terbaring pingsan karena kelelahan akibat lamanya perjalanan di bis.

Beberapa rekan jamaah awalnya juga sempat curiga melihat kondisi saya selalu segar ketika beraktivitas. Barulah ketika saya menjawab bahwa resepnya tidur yang cukup, mereka terkaget-kaget. Saya ceritakan bahwa kebiasaan tidur di manapun, memang sudah saya lakukan karena pekerjaan saya di Jakarta sebagai wartawan membutuhkan mobilitas yang tinggi.”Jadi saya itu terbiasa tidur Pak, bukan karena saya minum obat tidur,” ujar saya menepis kecurigaan para jamaah.

Namun sebagai ‘Imam Mabit’ pun ternyata tidak selamanya menguntungkan. Di Masjid Nabawi Madinah, beberapa kali saya ditegur oleh orang yang duduk di sebelah, karena saya tertidur. Tak hanya itu, saya harus bolak balik ke tempat wudhu yang jaraknya cukup jauh, karena saya tertidur pulas di Masjid. Namun kebiasaan tidur pun harus dibarengi dengan olahraga yang cukup.

Sebagai wartawan, saya pun terbiasa jalan kaki kemana-mana. Baik di Makkah, Madinah maupun ketika di Mina, saya terbiasa jalan-jalan ke berbagai lokasi. Di Makkah dan Madinah, saya malah sempat menjelajahi sudut-sudut kota yang jaraknya cukup jauh dari hotel dimana saya menginap. Di Mina, saya malah sempat menjajal melewati terowongan Mina untuk melihat kondisi jamaah haji yang dikabarkan keleparan. Ketika di Jeddah, meski sehari, saya sempat menelusuri daerah perbelanjaan Al Balad dan pulang ke hotel dengan berjalan kaki. Untungnya, kebiasaan saya berjalan-jalan ini tidak diketahui oleh jamaah lainnya. Kalau ketahuan, bisa-bisa gelar saya akan bertambah lagi, yaitu ‘Imam Tawaf’.

Bookmark and Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s