Dancing in Mina

Posted: 05UTC43 10,2011 in Jurnal Haji

January 25th, 2007 by mirone


Dari sekian banyak pelaksanaan ibadah haji di Makkah, mungkin di Mina lah kesabaran kita diuji. Bukan soal ibadahnya yang diuji kesabaran, tapi justru antrean di toiletlah yang benar-benar membuat kita harus banyak menahan sabar. Bayangkan, satu maktab (perkemahan,Red) yang terdiri dari beberapa tenda dengan jumlah orang sekitar 1.200 an, toilet yang tersedia hanya berjumlah 10. Artinya, rasio satu toilet untuk 120 orang. Kalau rata-rata seorang menggunakan toilet sekitar 5 menit, berarti sekitar 600 menit atau 10 jam, baru semua orang bisa menggunakan toilet. Lalu bagaimana jika kebelet ingin buang air kecil atau besar? dan bagaimana juga dengan orang yang terbiasa lama di toilet?
Justru itulah yang menarik dan benar-benar menguji kesabaran kita. Dan saya pun merasakannya, beberapa kali saya harus menahan rasa ingin buang air kecil ketika antrean berjubel sampai 6-7 orang. Terbayang kan sakitnya?
Di depan toilet itulah sebenarnya drama manusia diperlihatkan oleh Yang Maha Kuasa. Ada yang marah-marah, ada yang meringis, ada yang mengomel-ngomel karena lamanya antrean. Sampai ada juga yang berkelahi karena ketidaksabaran menunggu orang yang sedang berada di toilet. Misalnya, ada seorang pejabat tinggi yang cukup familiar namanya (sorry nggak disebutin namanya, takut ghibah), dibentak-bentak karena ia main serobot antrean. Si pejabat tak mau terima dan hampir saja terjadi adegan tinju jika tak dilerai oleh jemaah lainnya. Ada juga seorang pengusaha ternama yang kerjanya membawa sikat dan bersih-bersih di toilet karena tak tahan dengan joroknya toilet. Dan yang menarik, ada seorang artis ternama yang kerjanya muntah-muntah jika masuk toilet. ”Saya nggak tahan dengan baunya,” tutur artis itu.
Tak hanya itu, seorang anggota DPR karena tak kuat menahan sakit menahan buang air kecil, setiap ke toilet menggunakan sarung tanpa menggunakan celana. Rupanya dia memilih menembak di depan toilet karena sudah tak tahan menunggu antrean. Lucunya, ketika dia mau membersihkan diri, maka tempat wudhu menjadi sasaran. Praktis sambil menciprat-cipratkan air ke arah burungnya, orang-orang di sekitar bisa melihat sang burung yang ternyata sudah lanjut seusia dengan pemiliknya. ”Praktis,” ujarnya singkat.
Yang mengherankan, gaya ini langsung menjadi trend. Tak sedikit, bapak-bapak yang menggunakan sarung ketika akan di toilet. Biasanya, ketika saya ledekin, ”Kebelet pak?.” Maka jawaban yang terlontar nyaris sama dengan omongan anggota DPR itu.”Praktis,” katanya dengan muka mesem.
Dari sekian banyak kejadian itu, saya malah punya tip yang mungkin bisa bermanfaat jika harus antre di toilet khususnya bagi laki-laki. Pertama, jika di depan kita, orang-orang yang antre terlihat seperti sedang berdansa (dalam pengertian, kaki tangannya bergerak tak pernah berhenti seperti menari) artinya ia kebelet ingin buang air kecil. Itulah yang harus kita ikuti, karena rata-rata mereka tak pernah lama di toilet. Sebaliknya, jangan ikuti antrean yang membawa handuk atau peralatan mandi. Apalagi yang membawa rokok atau yang mukanya sedang meringis menahan sesuatu. Itu artinya kalau tak mandi, mereka ingin buang air besar. Hindari antrean ini, karena dijamin, bisa membutuhkan waktu yang cukup lama.
Saya kadang tertawa geli melihat antrean dengan berbagai ragam ini. Apalagi yang melihat orang-orang yang antre dengan gaya seperti menari. Sehingga selama di Mina, saya sering menjuluki antrean ini dengan julukan <I>Dancing in Mina<I>.

Bookmark and Share
Komentar
  1. Ibunya Al-Fath mengatakan:

    Bener bngt tuh ceritanya Bang, tp fotonya ini bukannya toilet Arafah ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s