Bangsa yang Kalah

Posted: 05UTC38 10,2011 in caring (catatan garing)


Ada apa dengan bangsa ini? Satu pekan berturut-turut berbagai kejadian yang meresahkan terjadi. Mulai dari peledakan bom di Masjid Al-Zikrah, Mapolres Kota Cirebon, penemuan bom di dalam gorong-gorong pipa gas di sekitar gereja di Serpong Tangerang Selatan, bentrok antarwarga dengan petugas keamanan di Sumatera Selatan, hingga bentrokan warga dengan oknum TNI di Kebumen, Jawa Tengah.

Maraknya tindakan teror dan aksi kekerasan akhir-akhir ini merupakan masalah bangsa yang tak pernah ada penyelesaiannya. Ini menunjukkan bahwa aksi teror dan tindakan kekerasan telah mendarah-daging dalam masyarakat Indonesia.

Kalau memang sudah mendarah-daging, memalukan sekali bangsa yang mengaku cinta damai ini. Budaya teror dan kekerasan kini malah menjelma dalam berbagai bentuk, mulai dari tawuran antar pelajar,  tawuran antar warga, bentrok antar warga dengan aparat keamanan, tawuran antar suporter sepakbola, hingga tindakan

terorisme yang seringkali membawa nama-nama agama. Kondisi bangsa ini semakin parah ketika seorang pejabat Kementrian Pemuda dan Olahraga tertangkaptangan menerima suap. Seolah tak ada rasa penyesalan. Padahal, beberapa kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap pejabat yang menerima suap. Bangsa ini memang benar-benar aneh. Para pejabat dan birokratnya mempunyai mental pelupa. Aparat keamanannya lebih suka melawan rakyat kecil daripada membebaskan para perompak yang menyandera kapal. Anggota DPR malah ada yang kepergok melihat film porno saat rapat paripurna. Apa yang sebenarnya terjadi dengan bangsa ini? Jujur saja, bangsa ini sudah kalah, dan harus menghadapi berbagai permasalahan moral, seperti korupsi, keserakahan, kebencian, iri hati, dan ketidakjujuran. Ada yang menilai bahwa perkembangan bangsa Indonesia tertinggal satu abad dibandingkan bangsa lainnya di dunia, sehingga wajar kalau saat ini bangsa kita mengalami shock culture. Di mana kita mengalami tabrakan budaya yang sulit dipilih mana yang baik dan yang buruk. Bangsa ini akan menjadi baik, apabila adanya suatu kesepakatan bersama untuk memberi perhatian mengenai ketimpangan sosial budaya dan kebiasaan. Namun, akar dari semua peristiwa yang terjadi di negeri ini, adalah kurangnya kesadaran dari setiap individu, baik kesadaran beragama, bernegara dan berbangsa, serta kesadaran akan amanah dari setiap kedudukan atau jabatan. Jika  semua kesadaran tersebut ada, tumbuh dan berkembang, sudah dapat dipastikan,  kesadaran hukum dengan sendirinya tumbuh dan kokoh dalam pribadi masing-masing. Sehingga, apa yang menjadi cita-cita dan harapan semua elemen bangsa akan bisa terwujud, yaitu masyarakat adil dan makmur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s