Antara Ryan dan Uba

Posted: 05UTC14 10,2011 in jadul

ini postingan tahun jadul

Antara Ryan dan Uba

July 30th, 2008 by mirone

Ryan, nama ini seolah menjadi brand baru dalam kancah perparanoidan. Di kantorku misalnya, orang-orang pendiam mulai dicurigai punya kelainan psikopat seperti Ryan. Seorang Feri Kisihandi, wartawan andal yang dikenal pendiam, ditakuti oleh M Subarkah, temanku yang wajahnya seseram badannya, menggelikan bukan?
Gara-gara Ryan membunuh dan memutilasi para korbannya, yang jumlahnya terus bertambah, banyak kejadian lucu berseliweran di kantorku itu. Misalnya ketika (lagi-lagi) Subarkah alias Uba menghilang lima jam di kantorku usai rapat siang yang membosankan. Ponsel uba ditinggal di mejanya, sepatu dan jaketnya nya juga ditinggal.
Awalnya ponsel Uba terus berderang dering tak karuan, saya, kedua rekan kerja yang kebetulan duduk dalam satu ruangan, subroto dan Asep,  cuek saja karena memang sudah biasa. Satu jam-dua jam, telpon yang terus teriak-teriak itu membuat kita bertiga menjadi sebal. Akhirnya, Asep pun berinisiatif mencari2 Uba kesana kemari. Kebetulan telpon kantor yang persis berada di mejaku berdering dan suara istri Uba yang cukup merdu menanyakan kemana gerangan suaminya.
Kami bertiga pun saling berpandangan, lalu saya bilang mungkin sedang ke luar kantor. Istrinya mengatakan tak mungkin suaminya tak membawa HP, apalagi saat itu mereka sedang ada urusan sekolah anaknya.
Singkat cerita, sampai menjelang rapat sore, batang hidung dan mulutnya Uba tetap tak kelihatan. Sampai Adzan maghrib pun tiba, Uba tetap tak terlihat. Yang terlihat panik adalah subroto yang kebetulan dia adalah bos kami semua, sambil berbisik doi bilang jangan2 Uba korban berikutnya dari keganasan Ryan. Bisikan dia pun sontak kuteriakan. Sejumlah orang yang mendengar teriakanku juga kaget, Endro dan Teguh Setiawan (dua orang yang dikenal dekat dengan Uba) lalu menghampiri mejaku dan mengatakan apakah perlu melapor ke polisi. Tak hanya itu, ada beberapa orang mengusulkan supaya dibentuk tim pencari fakta dan berangkat ke Jombang, karena dikhawatirkan uba sudah berubah menjadi jenazah dan disemayamkan di septi tank
Di saat keriuhan orang-orang membicarakan uba, tiba2 saja doi muncul dari ruangan produksi. Dengan mata merah dan muka kusut (kalau ini memang trademarknya dia), plus langkah gontai dia duduk di mejanya. Teman2 kantor yang sudah khawatir kemana dia gerangan, menanyakan kemana saja uba menghilang. Dengan wajah yang dipolos2in, dia menjawab santai,” Gue tidur di ruangan produksi, ngantuk, emang kenapa sih ribut-ribu?” Nah lo

Bookmark and Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s